Rabu, 22 Januari 2014

Bahasa dan Jurnalistik

 Menulis
         Saat dibenak ada gagasan, tuangkan segera!
         Ketika ide itu muncul kita lantas berpikiran akan menuliskannya nanti, pada kesempatan lain, di waktu lain!
         Menunda keinginan untuk segera menulis merupakan hambatan besar dalam menulis.
         Bisa jadi ide sudah berkurang atau hilang ditelan waktu; semangat menulis mengendur ditelan kesibukan lain
         Karena itu, saat ada ide tulislah, di komputer, coretan kertas, dan catatan harian atau PDA atau notebook

Keuntungan Menulis
       Panjang Umur
       Beramal
       Menyampaikan ide dan gagasan untuk disampaikan ke orang lain (membentuk opini)
       Membantu ingatan kita; ilmu menjadi melekat
       Sebagai penghasilan/pekerjaan
Berita ?
        Berita adalah sebuah laporan atau pemberitahuan mengenai terjadinya sebuah peristiwa atau keadaan yang bersifat umum dan baru saja terjadi yang disampaikan oleh wartawan di media massa
        Fakta nyata bukan rekaan atau fiksi penulisnya.
        Dalam menulis berita wartawan harus mengedepankan fakta dan tidak memasukkan opini atau pendapat pribadi; menulis kebenaran, jujur, berani, profesional, tanggung jawab moral

Cara Penulisan Berita
         Berita langsung (straight news) merupakan berita tentang peristiwa yang penting yang harus segera disampaikan kepada pembaca dan ditempatkan di halaman utama.
         Berita ringan (soft news)
            merupakan berita yang menampilkan sesuatu yang menarik, penting, dan bersifat informatif. Penulisannya tidak terlalu panjang, mungkin tidak lebih dari tiga paragraf. Soft news bisa merupakan bagian dari peristiwa penting yang diberitakan melalui straight news atau berita yang berdiri sendiri.
         Berita kisah (feature) merupakan tulisan mengenai kejadian yang dapat menggugah perasaan dan menambah pengetahuan pembaca melalui penjelasan yang rinci, lengkap, mendalam, dan tidak terpengaruh waktu.

5 W + 1 H
         What atau apa yang terjadi. Misal, Aksi perampokan terjadi di siang bolong menimpa seorang wanita
         Where atau di mana tempat kejadian
         When atau waktu sebuah peristiwa atau keadaan terjadi.
         Who atau tokoh yang menjadi pemeran utama dalam berita. Tokoh dalam berita adalah orang yang paling tahu dan berperan penting dalam peristiwa.
         Why atau pertanyaan untuk menguak mengapa sebuah peristiwa bisa terjadi.
         How adalah pertanyaan untuk mengetahui keadaan bagaimana sebuah peristiwa terjadi, termasuk akibat yang ditimbulkan.
         Ingat prinsip membuat kalimat dalam bahasa Indonesia SPOK, SP, SPK, KSP dll

Lead sebagai
Konstruksi Kalimat 5 W + 1 H
        Lead atau kepala berita harus menarik, baik, cantik, dan bagus (menarik perhatian);
        Harus ada kesinambungan antara judul, lead, isi, dan penutup berita; agar pembaca bisa mendapatkan informasi yang lengkap dalam sebuah berita.
        Lead harus mencerminkan isi berita secara keseluruhan. Dengan melihat lead, orang bisa menilai mengenai berita apa yang ditampilkan. 

Lead dengan awalan Who

            Presiden Susilo Bambang Yudoyono kemarin mengunjungi kamp pengungsi di Kecamatan Lambaro Aceh Besar. Dalam kunjungan tersebut, Presiden sempat mencicipi makanan yang dimasaka seorang ibu yang menghuni kamp tersebut. Wah, enak sekali, kata Presiden yang disambut tepuk tangan warga dan para penjabat yang menyertainya.

       Lead dengan awalan When

            Kemarin Presiden SBY mengadakan kunjungan ke kamp pengungsian di Kecamatan Lambaro Aceh Besar. Ketika mengadakan peninjuan keliling, Presiden sempat menengok sebuah ruangan yang digunakan memasaka dan mencoba makanan yang dimasak oleh seorang ibu. Masakan apa ini namanya? Enak sekali rasanya, kata Presiden.

Lead dengan awalan Where

            Di kamp pengungsian Lambaro Aceh Besar kemarin. Presiden SBY meninjau sarana kesehatan dan sanitasi untuk para pengungsi. Dalam kunjungan tersebut, SBY melihat sarana kesehatan di kamp itu masih belum memenuhi syarat.

Lead awalan What
       Kunjungan Presiden SBY di Kamp pengungsian Kecamatan Lambaro Aceh Besar kemarin diwarnai aksi unjuk rasa oleh puluhan pengungsi.
       Dalam aksinya, para pengungsi memprotes pemerintah yang sampai sekarang belum memberikan bantuan kepada mereka.

Lead awalan Why

       Untuk mengetahui kondisi para pengungsi, Presiden SBY kemarin mengadakan kunjungan ke kamp pengungsian di Kecamatan LAmbore Aceh Besar. Dalam kunjungannya, SBY melihat dari dekat fasilitas yang dimiliki kamp pengungsian tersebut.

Lead awalan How
       Suasana haru mewarnai kunjungan Presiden SBY ke kamp pengungsian Kecamatan Lambore Aceh Besar kemarin. SBY melihat langsung kondisi pengungsi yang mengenaskan karena kekurangan bahan makanan.

Ciri-ciri feature
          Ungkapan kreatifitas penulisnya terutama dalam memilih sudut pandang. Dengan ruang yang lebih luas-ditulis dalam halaman yang lebih besar, baik sekali penulisannya maupu berseri-wartawan bisa mengekspresikan segala kemampuan sebagai seorang penulis profesional.
          Subjektifitas penulisnya untuk memasukkan emosi dan pikirannya. Wartawan bisa memasukkan opininya berdasarkan pengalaman di lapangan, meskipun tidak terlalu dominan. Opini yang ditampilkan harus tetap pada kerangka kondisi riil dilapangan.
          Informatif dan memberi kesadaran baru mengenai sebuah masalah. Penggambaran yang jelas dan menyeluruh mengenai suatu masalah akan mudah membangkitkan opini pembaca. Beragam opini dari pembaca akan muncul setelah membaca feature tersebut.
          Tidak mudah basi, tetap menarik meskipun kejadiannya berlangsung lama. Berbeda dengan straight, penulisan feature tidak terikat ruang dan waktu.
          Tulisan lebih panjang karena mengungkap dan menggambarkan peristiwa secara gamblang.


Pedoman Bahasa Jurnalistik

1. Ringkas, hemat kata dengan menghilangkan bagian yang tidak penting.
       Menghemat kata tidak mengorbankan struktur. Misal agar supaya.
       Menghemat kata dengan sinonim lebih pendek. Misal kemudian = lalu, terkejut = kaget
       Menghemat ejaan huruf salah kaprah. Misal Syah = sah
2. Jelas, mudah dimengerti dan tidak mengundang pembaca untuk bertanya-tanya dan membingungkan.
3. Tertib dan patuh pada aturan atau norma yang berlaku dalam menulis berita; penggunaan bahasa, susunan kata, dsb. Kepatuhan pada kaidah bahasa yang baik akan menghasilkan tulisan yang baik pula.
4. Singkat, harus diperhatikan titik, koma, dan tanda baca lain. Berita harus berisikan kalimat yang singkat agar cepat dipahami.

5. Menarik

         Hindarkan ungkapan klise yang membosankan. Misalnya, dalam rangka, umumnya, sementara itu, dari pada itu, ditambahkan, dsb.
         Hindarkan hal yang menoton yang menyebabkan kejenuhan. Kata atau ungkapan yang sama diganti dengan kata atau sinonim lain. Selain lebih singkat, sinonim juga bisa menarik pembaca. Misal Susilo Bambang Yudhoyono = SBY; Abdurahman Wahid = Gus Dur
         Memberi sebutan kepada sumber berita dengan kata lain karena dalam satu berita nama sumber bisa disebut berkali-kali. Oleh karena itu, penyebutan selanjutnya bisa menggunakan istilah lain. Misal Emha Ainun Najib = Kiai mbeling; kolumnis asal Yogyakarta; Budayawan berkumis tebal. Contoh lain Zinadine Zidane = Kapten Timnas Perancis; Pemain terbaik Piala Dunia 2006; Menanduk Marco Materrazi dalam final Piala Dunia 2006.
         Singkata yang sudah lazim di masyarakat tidak perlu ditulis lengkap. Misal, PSSI, TNI, DR, MPR, dan sebagainya. Kecuali singkatan itu masih baru, wajib mencantumkan kepanjangannya karena masih belum semua pembaca tahu soal singkatan tersebut.


Penyimpangan Bahasa Jurnalistik
         Peyimpangan morfologis. Peyimpangan ini sering terjadi dijumpai pada judul berita surat kabar yang memakai kalimat aktif, yaitu pemakaian kata kerja tidak baku dengan penghilangan afiks. Afiks pada kata kerja yang berupa prefiks atau awalan dihilangkan. Kita sering menemukan judul berita misalnya, Polisi Tembak Mati Lima Perampok Nasabah Bank. Israil Tembak Pesawat Mata-mata. Amerika Bom Lagi Kota Bagdad.
         Kesalahan sintaksis. Kesalahan berupa pemakaian tatabahasa atau struktur kalimat yang kurang benar sehingga sering mengacaukan pengertian. Hal ini disebabkan logika yang kurang bagus. Contoh: Kerajinan Kasongan Banyak Diekspor Hasilnya Ke Amerika Serikat. Seharusnya Judul tersebut diubah Hasil Kerajinan Desa Kasongan Banyak Diekspor Ke Amerika.  Kasus serupa sering dijumpai baik di koran lokal maupun koran nasional.

         Kesalahan kosakata. Kesalahan ini sering dilakukan dengan alasan kesopanan (eufemisme) atau meminimalkan dampak buruk pemberitaan. Contoh: Penculikan Mahasiswa Oleh Oknum Kopasus itu Merupakan Pil Pahit bagi ABRI. Seharusnya kata Pil Pahit diganti kejahatan.
         Kesalahan ejaan. Kesalahan ini hampir setiap kali dijumpai dalam surat kabar. seperti: Jumat ditulis Jumat, khawatir ditulis hawatir, jadwal ditulis jadual, sinkron ditulis singkron, dll.
         Kesalahan pemenggalan. Terkesan setiap ganti garis pada setiap kolom kelihatan asal penggal saja. Kesalahan ini disebabkan pemenggalan bahasa Indonesia masih menggunakan program komputer berbahasa Inggris. Hal ini sudah bisa diantisipasi dengan program pemenggalan bahasa Indonesia.


Tips Menulis Berita
         Tulislah berita yang menarik dengan menerapkan gaya bahasa percakapan sederhana . Tulislah berita dengan lead yang bicara. Untuk menguji lead anda berbicara atau bisu cobalah dengan membaca tulisan yang dihasilkan. Jika anda kehabisan nafas dan tersengal-sengal ketika membaca maka led anda terlalu panjang.
         Gunakan kata/Kalimat Sederhana. Kalimat sederhana terdiri dari satu pokok dan satu sebutan. Hindari menulis dengan kata keterangan dan anak kalimat. Ganti kata-kata yang sulit atau asing dengan kata-kata yang mudah. Bila perlu ubah susunan kalimat atau alinea  agar didapat tulisan yang mengalir. Ingat KISS (Keep It Simple and Short)

         Hindari kata-kata berkabut. Kata-kata berkabut adalah tulisan yang berbunga-bunga, menggunakan istilah teknis, ungkapan asing yang tidak perlu dan ungkapan umum yang kabur. Yang diperlukan BI ragam jurnalistik adalah kejernihan tulisan.
         Libatkan pembaca. Melibatkan pembaca berarti menulis berita yang sesuai dengan kepentingan, rasa ingin tahu, kesulitan, cita-cita, mimpi, dan angan-angan. Tapi ingat: jangan sampai terjebak menulis dengan gaya menggurui atau menganggap enteng pembaca. Melibatkan pembaca berarti mengubah soal-soal yang sulit menjadi tulisan yang mudah dimengerti pembaca. Melibatkan pembaca juga didapat dengan menulis sesuai rasa keadilan yang hidup di masyarakat.
        Gunakan kosakata yang tidak memihak
            Baca kalimat ini: Seorang ayah memperkosa anak gadisnya sendiri yang masih berusia 12 tahun
        Bandingkan dengan: Perkosaan menimpa anak gadis yang berusia 12 tahun.               
        Hindari pemakaian eufemisme bahasa.
            Baca kalimat: Selama musim kemarau terjadi rawan pangan di Gunung Kidul
        Bandingkan dengan: Selama musim kemarau terjadi kelaparan di Gunung Kidul.       




Tidak ada komentar:

Posting Komentar