Menulis
•
Saat dibenak ada gagasan, tuangkan segera!
•
Ketika ide itu muncul kita lantas berpikiran akan
menuliskannya nanti, pada kesempatan lain, di waktu lain!
•
Menunda keinginan untuk segera menulis merupakan
hambatan besar dalam menulis.
•
Bisa jadi ide sudah berkurang atau hilang ditelan
waktu; semangat menulis mengendur ditelan kesibukan lain
•
Karena itu, saat ada ide tulislah, di komputer,
coretan kertas, dan catatan harian atau PDA atau notebook
Keuntungan
Menulis
•
Panjang Umur
•
Beramal
•
Menyampaikan ide dan gagasan untuk disampaikan ke
orang lain (membentuk opini)
•
Membantu ingatan kita; ilmu menjadi melekat
•
Sebagai penghasilan/pekerjaan
Berita ?
•
Berita adalah sebuah laporan atau
pemberitahuan mengenai terjadinya sebuah peristiwa atau keadaan yang bersifat
umum dan baru saja terjadi yang disampaikan oleh wartawan di media massa
•
Fakta nyata bukan rekaan atau fiksi penulisnya.
•
Dalam menulis berita wartawan harus mengedepankan
fakta dan tidak memasukkan opini atau pendapat pribadi; menulis kebenaran,
jujur, berani, profesional, tanggung jawab moral
Cara Penulisan
Berita
•
Berita langsung (straight news) merupakan
berita tentang peristiwa yang penting yang harus segera disampaikan kepada
pembaca dan ditempatkan di halaman utama.
•
Berita ringan (soft news)
merupakan
berita yang menampilkan sesuatu yang menarik, penting, dan bersifat informatif.
Penulisannya tidak terlalu panjang, mungkin tidak lebih dari tiga paragraf. Soft
news bisa merupakan bagian dari peristiwa penting yang diberitakan melalui straight
news atau berita yang berdiri sendiri.
•
Berita kisah (feature) merupakan tulisan
mengenai kejadian yang dapat menggugah perasaan dan menambah pengetahuan
pembaca melalui penjelasan yang rinci, lengkap, mendalam, dan tidak terpengaruh
waktu.
5 W + 1 H
•
What atau apa yang terjadi. Misal,
Aksi perampokan terjadi di siang bolong menimpa seorang wanita
•
Where atau di mana tempat kejadian
•
When atau waktu sebuah peristiwa atau keadaan terjadi.
•
Who atau tokoh yang menjadi pemeran utama dalam
berita. Tokoh dalam berita adalah orang yang paling tahu dan berperan penting
dalam peristiwa.
•
Why atau pertanyaan untuk menguak mengapa sebuah
peristiwa bisa terjadi.
•
How adalah pertanyaan untuk mengetahui keadaan
bagaimana sebuah peristiwa terjadi, termasuk akibat yang ditimbulkan.
•
Ingat prinsip membuat kalimat dalam bahasa Indonesia
SPOK, SP, SPK, KSP dll
Lead sebagai
Konstruksi Kalimat 5 W + 1 H
Konstruksi Kalimat 5 W + 1 H
•
Lead atau kepala berita harus menarik, baik, cantik,
dan bagus (menarik perhatian);
•
Harus ada kesinambungan antara judul, lead, isi, dan
penutup berita; agar pembaca bisa mendapatkan informasi yang lengkap dalam
sebuah berita.
•
Lead harus mencerminkan isi berita secara keseluruhan.
Dengan melihat lead, orang bisa menilai mengenai berita apa yang
ditampilkan.
Lead dengan
awalan Who
Presiden
Susilo Bambang Yudoyono kemarin mengunjungi kamp pengungsi di Kecamatan Lambaro
Aceh Besar. Dalam kunjungan tersebut, Presiden sempat mencicipi makanan yang
dimasaka seorang ibu yang menghuni kamp tersebut. “Wah, enak sekali,” kata Presiden yang disambut tepuk
tangan warga dan para penjabat yang menyertainya.
• Lead dengan awalan When
Kemarin Presiden SBY mengadakan
kunjungan ke kamp pengungsian di Kecamatan Lambaro Aceh Besar. Ketika
mengadakan peninjuan keliling, Presiden sempat menengok sebuah ruangan yang
digunakan memasaka dan mencoba makanan yang dimasak oleh seorang ibu. “Masakan apa ini namanya? Enak sekali
rasanya,” kata Presiden.
Lead dengan
awalan Where
Di
kamp pengungsian Lambaro Aceh Besar kemarin. Presiden SBY meninjau sarana
kesehatan dan sanitasi untuk para pengungsi. Dalam kunjungan tersebut, SBY
melihat sarana kesehatan di kamp itu masih belum memenuhi syarat.
Lead awalan
What
•
Kunjungan Presiden SBY di Kamp pengungsian Kecamatan
Lambaro Aceh Besar kemarin diwarnai aksi unjuk rasa oleh puluhan pengungsi.
•
Dalam aksinya, para pengungsi memprotes pemerintah
yang sampai sekarang belum memberikan bantuan kepada mereka.
Lead awalan
Why
•
Untuk mengetahui kondisi para
pengungsi, Presiden SBY kemarin mengadakan kunjungan ke kamp pengungsian di
Kecamatan LAmbore Aceh Besar. Dalam kunjungannya, SBY melihat dari dekat
fasilitas yang dimiliki kamp pengungsian tersebut.
Lead awalan
How
•
Suasana haru mewarnai kunjungan Presiden SBY ke kamp
pengungsian Kecamatan Lambore Aceh Besar kemarin. SBY melihat langsung kondisi
pengungsi yang mengenaskan karena kekurangan bahan makanan.
Ciri-ciri
feature
•
Ungkapan kreatifitas penulisnya terutama dalam memilih
sudut pandang. Dengan ruang yang lebih luas-ditulis dalam halaman yang lebih
besar, baik sekali penulisannya maupu berseri-wartawan bisa mengekspresikan
segala kemampuan sebagai seorang penulis profesional.
•
Subjektifitas penulisnya untuk memasukkan emosi dan
pikirannya. Wartawan bisa memasukkan opininya berdasarkan pengalaman di
lapangan, meskipun tidak terlalu dominan. Opini yang ditampilkan harus tetap
pada kerangka kondisi riil dilapangan.
•
Informatif dan memberi kesadaran baru mengenai sebuah
masalah. Penggambaran yang jelas dan menyeluruh mengenai suatu masalah akan
mudah membangkitkan opini pembaca. Beragam opini dari pembaca akan muncul
setelah membaca feature tersebut.
•
Tidak mudah basi, tetap menarik meskipun kejadiannya
berlangsung lama. Berbeda dengan straight, penulisan feature tidak terikat
ruang dan waktu.
•
Tulisan lebih panjang karena mengungkap dan
menggambarkan peristiwa secara gamblang.
Pedoman Bahasa
Jurnalistik
1. Ringkas, hemat kata dengan
menghilangkan bagian yang tidak penting.
•
Menghemat kata tidak mengorbankan struktur. Misal agar
supaya.
•
Menghemat kata dengan sinonim lebih pendek. Misal
kemudian = lalu, terkejut = kaget
•
Menghemat ejaan huruf salah kaprah. Misal Syah = sah
2. Jelas, mudah dimengerti dan tidak
mengundang pembaca untuk bertanya-tanya dan membingungkan.
3. Tertib dan patuh pada aturan atau
norma yang berlaku dalam menulis berita; penggunaan bahasa, susunan kata, dsb.
Kepatuhan pada kaidah bahasa yang baik akan menghasilkan tulisan yang baik
pula.
4. Singkat, harus diperhatikan
titik, koma, dan tanda baca lain. Berita harus berisikan kalimat yang singkat
agar cepat dipahami.
5. Menarik
•
Hindarkan ungkapan klise yang membosankan. Misalnya,
dalam rangka, umumnya, sementara itu, dari pada itu, ditambahkan, dsb.
•
Hindarkan hal yang menoton yang menyebabkan kejenuhan.
Kata atau ungkapan yang sama diganti dengan kata atau sinonim lain. Selain
lebih singkat, sinonim juga bisa menarik pembaca. Misal Susilo Bambang
Yudhoyono = SBY; Abdurahman Wahid = Gus Dur
•
Memberi sebutan kepada sumber berita dengan kata lain
karena dalam satu berita nama sumber bisa disebut berkali-kali. Oleh karena
itu, penyebutan selanjutnya bisa menggunakan istilah lain. Misal Emha Ainun
Najib = Kiai mbeling; kolumnis asal Yogyakarta; Budayawan berkumis tebal.
Contoh lain Zinadine Zidane = Kapten Timnas Perancis; Pemain terbaik Piala
Dunia 2006; Menanduk Marco Materrazi dalam final Piala Dunia 2006.
•
Singkata yang sudah lazim di masyarakat tidak perlu
ditulis lengkap. Misal, PSSI, TNI, DR, MPR, dan sebagainya. Kecuali singkatan
itu masih baru, wajib mencantumkan kepanjangannya karena masih belum semua
pembaca tahu soal singkatan tersebut.
Penyimpangan
Bahasa Jurnalistik
•
Peyimpangan morfologis. Peyimpangan
ini sering terjadi dijumpai pada judul berita surat kabar yang memakai kalimat
aktif, yaitu pemakaian kata kerja tidak baku dengan penghilangan afiks. Afiks
pada kata kerja yang berupa prefiks atau awalan dihilangkan. Kita sering
menemukan judul berita misalnya, Polisi Tembak Mati Lima Perampok Nasabah
Bank. Israil Tembak Pesawat Mata-mata. Amerika Bom Lagi Kota Bagdad.
•
Kesalahan sintaksis. Kesalahan berupa pemakaian
tatabahasa atau struktur kalimat yang kurang benar sehingga sering mengacaukan
pengertian. Hal ini disebabkan logika yang kurang bagus. Contoh: Kerajinan
Kasongan Banyak Diekspor Hasilnya Ke Amerika Serikat. Seharusnya Judul
tersebut diubah Hasil Kerajinan Desa Kasongan Banyak Diekspor Ke
Amerika. Kasus serupa sering
dijumpai baik di koran lokal maupun koran nasional.
•
Kesalahan kosakata. Kesalahan ini sering dilakukan
dengan alasan kesopanan (eufemisme) atau meminimalkan dampak buruk pemberitaan.
Contoh: Penculikan Mahasiswa Oleh Oknum Kopasus itu Merupakan Pil Pahit bagi
ABRI. Seharusnya kata Pil Pahit diganti kejahatan.
•
Kesalahan ejaan. Kesalahan ini hampir setiap kali
dijumpai dalam surat kabar. seperti: Jumat ditulis Jum’at, khawatir ditulis hawatir, jadwal
ditulis jadual, sinkron ditulis singkron, dll.
•
Kesalahan pemenggalan. Terkesan setiap ganti garis
pada setiap kolom kelihatan asal penggal saja. Kesalahan ini disebabkan
pemenggalan bahasa Indonesia masih menggunakan program komputer berbahasa
Inggris. Hal ini sudah bisa diantisipasi dengan program pemenggalan bahasa
Indonesia.
Tips Menulis
Berita
•
Tulislah berita yang menarik dengan
menerapkan gaya bahasa percakapan sederhana . Tulislah berita dengan lead yang
bicara. Untuk menguji lead anda “berbicara” atau “bisu” cobalah dengan membaca tulisan yang
dihasilkan. Jika anda kehabisan nafas dan tersengal-sengal ketika membaca maka
led anda terlalu panjang.
•
Gunakan kata/Kalimat Sederhana. Kalimat sederhana
terdiri dari satu pokok dan satu sebutan. Hindari menulis dengan kata
keterangan dan anak kalimat. Ganti kata-kata yang sulit atau asing dengan
kata-kata yang mudah. Bila perlu ubah susunan kalimat atau alinea agar didapat tulisan yang “mengalir”. Ingat KISS (Keep It Simple and
Short)
•
Hindari kata-kata berkabut. Kata-kata berkabut adalah
tulisan yang berbunga-bunga, menggunakan istilah teknis, ungkapan asing yang
tidak perlu dan ungkapan umum yang kabur. Yang diperlukan BI ragam jurnalistik
adalah kejernihan tulisan.
•
Libatkan pembaca. Melibatkan pembaca berarti menulis
berita yang sesuai dengan kepentingan, rasa ingin tahu, kesulitan, cita-cita,
mimpi, dan angan-angan. Tapi ingat: jangan sampai terjebak menulis dengan gaya
menggurui atau menganggap enteng pembaca. Melibatkan pembaca berarti mengubah
soal-soal yang sulit menjadi tulisan yang mudah dimengerti pembaca. Melibatkan
pembaca juga didapat dengan menulis sesuai rasa keadilan yang hidup di
masyarakat.
•
Gunakan kosakata yang tidak memihak
Baca
kalimat ini: Seorang ayah memperkosa anak gadisnya sendiri yang masih berusia
12 tahun
•
Bandingkan dengan: Perkosaan menimpa anak gadis yang
berusia 12 tahun.
•
Hindari pemakaian eufemisme bahasa.
Baca
kalimat: Selama musim kemarau terjadi rawan pangan di Gunung Kidul
•
Bandingkan dengan: Selama musim kemarau terjadi
kelaparan di Gunung Kidul.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar