Pelapukan
•Lepasnya elemen-elemen
penyusun batuan dan
mineral pada permukaan tanah akibat proses disintegrasi
fisika maupun dekomposisi
kimia menjadi lebih stabil.
•
Sisi positif pelapukan
•Terbentuknya tanah untuk tumbuhan dapat hidup,
•Pelepasan nutrisi di laut yang penting bagi
pertumbuhan alga laut, yang penting bagi fotosintesis yang memproduksi oksigen
•Produksi mineral yang diperlukan bagi kehidupan,
seperti bijih aluminium, besi dan
uranium, lempung dan pasir dll
Pelapukan merupakan tingkatan awal dari proses
gradasi (gradasion) yang merupakan proses keseimbangan antara erosi dan
pengendapan (deposition) yang membentuk lereng mencapai kesetimbangan
(equilibrium).
Proses pelapukan
Dua jenis pelapukan utama yang terjadi
Pelapukan mekanis, dimana batuan dan mineral berubah menjadi
bentuk yang lebih kecil tanpa perubahan komposisi
Pelapukan kimia, yang merubah komposisi batuan asal melalui
reaksi kimia yang mendasar
Pelapukan Mekanis
•Frost Wedging
Air masuk
melalui rekahan batuan, dan mengembang ketika berubah menjadi es. Mengembangnya
air ini menyebabkan retaknya batuan (rekahan menjadi membesar)
•Salt Cristallization
Air masuk
dalam pori, ketika menguap meninggalkan garam. Semakin lama, kristal garam akan
membesar dan melepaskan ikatan batuan
Sheeting, Exfoliation dan
Spheroidal Weathering
•Erosi
dan perpindahan tanah menyebabkan lapisan batuan dibawahnya akan kehilangan
tekanan. Hilangnya tekanan ini dapat menyebabkan Sheeting, rekahan pararel pada
permukaan batuan, Exfoliation adalah rekahan halus berbentuk lapisan-lapisan
konsentris maupun Spheroidal Weathering bentuk seperti mengulit bawang
•Pengaruh tumbuhan dan binatang
Akar menyebabkan rekahan membesar, binatang kecil membuat lubang, bakteri dan jamur memproduksi asam yang penting bagi pelapukan kimia. Manusia mempercepat pelapukan melalui penggalian dan penghilangan lapisan penutup
•Pelapukan
Kimia
Direct Solution
Reaksi dimana
mineral dan batuan berubah secara kimiawi dan terlarutkan.
Dalam air murni, Reaksi ini dapat diamati secara langsung rekasinya terhadap molekul air.
NaCl -----> Na+ + CL-
Halite
Reaksi baik jika ikatan antar ion relatif lebih lemah dibandingkan dengan gaya tarik air
Hidrolisis
Reaksi antara
mineral dengan air
CO2 + H2O
---> H2CO3
-----> H+ + HCO3-
Merupakan reaksi pelapukan yang
penting terhadap
mineral silikat ( 90
% komposisi bumi)
Contoh :
Hidrolisis dari
potassium feldspar
KAlSi3O8 + 2 (H+ + 2 HCO3- ) + H2O -- > Al2Si2O5(OH)4 + (2K+ + 2HCO3- +
4SiO2)
Potasium feldspar ion karbonat
Air Limonit (lempung
residu) Larutan
Oksidasi
- Reaksi
kimia yang terjadi ketika elemen berkombinasi dengan oksigen.
-
Merupakan reaksi kimia yang paling umum pada pelapukan kimia.
-
Biasanya ditunjukan dari perubahan warna pada daerah yang lapuk
Besi berkombinasi dengan oksigen ---- >
Hematite (berwarna merah) ,
atau dengan air akan membentuk mineral limonite berwarna kuning
- Pada
lingkungan kurang oksigen, besi + S akan menjadi pyrite
EROSI
Proses penghancuran
dan pengangkutan
tanah ke tempat lain
oleh
media alami.
Berdasarkan
bentuknya, erosi dapat dibedakan menjadi :
1.Erosi Percik
(Splash erosion)
2.Erosi Lembar
(Sheet Erosion)
3.Erosi Alur (Riil
Erosion)
4.Erosi Parit
(Gully Erosion)
5.Erosi Tebing
Sungai (Stream Bank erosion)
●
1. Erosi Percik
Disebabkan oleh tenaga kinetis jatuhnya butiran hujan kepermukaan.
Dapat memperkecil
daya infiltrasi air akibat rusaknya pori tanah, sehingga memperbesar
aliran permukaan
2. Erosi lembar
Pengangkutan lapisan tanah yang merata tebalnya. Disebabkan oleh jatuhnya butiran tanah dan aliran permukaan
3. Erosi Alur
- Terjadi pada tempat yang
tidak rata
- Terkonsentrasi
dan mengalir pada tempat rendah
4. Erosi Parit
- sama dengan erosi alur tetapi saluran yang
terbentuk lebih dalam.
- Bisa berbentuk V atau U tergantung kemudahan lapisan tererosi
5.Erosi Tebing
Sungai
Erosi yang
terjadi akibat pengikisan
lateral pada tebing sungai oleh aliran sungai
Tidak ada komentar:
Posting Komentar