Kamis, 23 Januari 2014

populasi (STATISTIKA DASAR)


— APAKAH POPULASI ITU?
—  Populasi diartikan sebagai sekumpulan unsur atau elemen yang menjadi obyek penelitian.
—  Populasi juga berarti himpunan semua hal yang ingin diketahui.
—  Populasi dapat pula diartikan sebagai keseluruhan unit analisis yang ciri-cirinya akan diduga (dalam penelitian).
—  Elemen populasi ini biasanya merupakan satuan analisis.
—  Unit analisis adalah unit/satuan yang akan diteliti atau dianalisis. Berupa kumpulan semua kota, semua wanita, semua perusahaan.
— Menentuan populasi dibantu oleh 4 faktor :
—     Isi
—     Satuan
—     Cakupan (scope)
—     Waktu

—  Contoh:
Suatu penelitian tentang pendapatan masyarakat disekitar kampus Untan Pontianak tahun 2012

—  maka populasinya dapat ditetapkan dengan 4 faktor tsb:
—  Isi                 à Pendapatan masyarakat
—  Satuan         à Pendapatan Masyarakat disekitar Untan
—  Cakupan (scope)     à Sekitar kampus Untan
—  Waktu          à tahun 2012
—  Populasi dapat dibedakan  

—   Populasi target merupakan populasi yang telah ditentukan sesuai dengan permasalahan penelitian, dan hasil penelitian dari populasi tersebut ingin disimpulkan.
—   Populasi survei merupakan populasi yang terliput dalam penelitian yang dilakukan.

— 








Idealnya   populasi target dan populasi survei sama, tapi karena berbagai sebab maka populasi target dan survei menjadi tidak sama.

— Populasi terdiri dari unsur sampling yaitu unsur/unsur yang diambil sebagai sampel.

Kerangka sampling (sampling Frame) adalah daftar semua unsur sampling dalam populasi sampling.

Unsur sampling ini diambil dengan menggunakan kerangka sampling (sampling frame)
— APAKAH SAMPEL ITU ?



—Sampel adalah sebagian dari unit-unit yang ada dalam populasi yang ciri-ciri atau karakteristiknya benar-benar diselidiki.
—Sampel adalah unsur-unsur yang diambil dari populasi.


—  Cara menentukan sample, agar memenuhi syarat 
Teknik  (metode) penentuan sample yang ideal  memiliki ciri-ciri:
—   Dapat memberikan gambaran yang akurat tentang populasi
—   Dapat menentukan presisi
—   Sederhana sehingga mudah dilaksanakan
—   Dapat memberikan keterangan sebanyak mungkin dengan biaya murah.

Presisi=standard error, Nilai rata-rata populasi dikurangi nilai rata-rata sampel

— Berapa besar sampel = representatif?
Besar sample perlu mempertimbangkan hal-hal  sbb:
*Derajat keseragaman (degree of homogenity) dari populasi à completely heterogeneous
*Presisi yang dikehendaki dari penelitian
*Rencana analisis
*Tenaga, biaya dan waktu
*Besar populasi

à SEMAKIN BESAR SAMPEL SEMAKIN TINGGI TINGKAT PRESISI YANG DIDAPATKAN
— Hubungan antara Populasi dan Sampel
— Beberapa asumsi dasar yang perlu dipenuhi  dalam analisis inferensial :
•                            Data bersifat independen
•                            Sampel berasal dari populasi berdistribusi normal
•                            Sampel diambil secara random
•                            Sampel memiliki varian yang sama
•                            Variabel berskala interval atau rasio
—  Metode pengambilan sampel yang ideal :

1.  Menggambarkan populasi yang sebenarnya
2.  Memberikan tingkat presisi  yang tinggi
3.  Sederhana / mudah dilaksanakan
4.  Murah

—    Ukuran sampel penelitian  tergantung  :
—             1)   keragaman karakteristik populasi
—           2)   tingkat presisi yang dikehendaki
—                3)   rencana analisis
—                4)   tenaga, biaya, dan waktu

— Teknik penarikan/pengambilan sample
•    Probability Sampling (random sampling)
•     Non Probability Sampling (non random sampling)
—  Probability Sampling
*           Teknik penarikan sampel, dimana setiap unsure atau elemen sampling diberi kesempatan yang sama dan persis sama untuk diikutkan/dipilih dalam sample.

*           Syarat dalam penarikan sample probabilitas adalah tersedianya daftar anggota populasi atau daftar unsure/elemen populasi (kerangka sample/sampling frame).
— Beberapa Teknik Probability Sampling:
1. Simple Random Sampling ( Penarikan sample secara Random/Acak Sederhana)
Caranya :
—      Dengan mengundi elemen/anggota  populasi
—      Dengan menggunakan tabel angka random
—  Syarat Acak Sederhana
•   Tersedia kerangka sampling
•   Sifat populasi homogen
•   Populasi tidak terlalu tersebar secara geografis
—       2. Systematic Random Sampling (Penarikan sample secara sistematik)
—  Caranya:
1. Melakukan cek keadaan daftar populasi (kerangka populasi)
2. Menetapkan jarak/interval
                           N
                      I = -----------
                                n
                   I  =  Interval (5)
                             N = Jumlah anggota populasi (100)
                             n  =  Jumlah anggota sampel (20)

 3. Menetapkan nomor berapa peneliti akan  mulai menghitung (penetapan momor pertama ini dilakukan secara acak/random)
     1, 2, 3, 4 dan 5
 4. Anggota sampel berikutnya ditentukan dengan menambahkan interval pada nomor pertama dan seterusnya
—       3. Stratified Random Sampling (Penarikan Sampel Startifikasi)
 Caranya:
•             Menetapkan kriteria yang jelas yang akan digunakan sebagai dasar penetuan strata (lapisan).
•             Dengan dasar kriteria tersebut populasi dibagi ke dalam sub-subpopulasi (setiap subpopulasi diasumsikan   homogen)
•             Penentuan besar sampel pada masing-masing subpopulasi bisa proporsional bisa pula tidak.
•             Penentuan usnsur bisa simple random/systematic

— Syarat Stratified Random Sampling
•   Kriteria yang jelas  untuk menstratifikasi
•   Ada data pendahuluan mengenai kriteria
•   Diketahui jumlah tiap lapisan
—       4. Cluster Sampling
(Penarikan Sampel Berkelompok)
Teknik ini digunakan karena  mengalami dua permasalahan, yaitu:
•   peneliti kekurangan kerangka sampling yang baik, suatu populasi yang menyebar;
•   Biaya yang tinggi untuk menyusun kerangka sampling dan menjangkau setiap elemen sample.
—  Caranya:
•               Populasi dibagi ke dalam mini populasi-mini populasi. Mini populasi memiliki karakteristik yang sama dengan populasi
•               Pengelompokan mini populasi ini bisa berdasarkan pada pengelompokan secara administrasi.
•               Setelah itu menentukan cluster secara random (bisa dilakukan secara bertingkat misal dari desa menjadi dukuh-dukuh atau dusun dst)
•               Cluster yang terpilih adalah unit yang berisi elemen sample final
—        5. Multistage Sampling
(Penarikan Sampel Secara Bertahap)
Hampir sama dengan cluster, dengan tahap lebih dari satu kali (misal propinsi, kabupaten, kecamatan, kelurahan/desa  dan seterusnya)
—       6. Area Sampling
( Penarikan Sampel Wilayah)
—  Cara ini dilakukan karena populasi tidak dapat kerangka sampling.
—  Dibutuhkan suatu foto udara yang jelas dan rinci dari wilayah yang akan diteliti, sehingga dapat diketahui blok-blok yang ada seperti perumahan, pertokoan.
—  Teknik penarikan sample sama seperti penarikan sampel secara bertahap.
—II. Non Probability Sampling
(Non random sampling
)
—   Cara ini dilakukan bila tidak mungkin diperoleh daftar yang lengkap dari populasi penelitian, sehingga tidak terdapat kesempatan yang sama pada anggota populasi.
—   Karena itu peneliti tidak dapat membuat generalisasi atau kesimpulan yang dapat mewakili populasi, hasil analisis hanya berlaku untuk anggota populasi yang diteliti.
—   Dengan penarikan sample non probability, peneliti  tidak dihadapkan pada cara-cara yang rumit.
— Beberapa Teknik Non Probability Sampling
1. Purposive Sampling (Penarikan Sampel Secara Sengaja)
—    Cara ini membutuhkan kemampuan dan pengetahuan yang baik dari peneliti terhadap populasi penelitian.
—    Untuk menentukan siapa yang menjadi anggota sample, maka peneliti harus benar-benar mengetahui dan beranggapan bahwa orang yang dipilihnya dapat memberikan informasi yang diinginkan sesuai dengan permasalahan penelitian.
—       2. Quota Sampling
(Penarikan Sampel Jatah)
—  Cara ini mirip dengan stratified sampling, yaitu dengan membagi populasi ke dalam sub-sub populasi sesuai dengan fokus penelitian.
—  Penarikan sample jatah dilakukan bila peneliti tidak dapat mengetahui jumlah yang rinci dari setiap strata populasinya.
—       3. Snow-ball Sampling
(Penarikan Sampel Bola Salju)
—  Cara penarikan sampel ini dimulai dengan jumlah yang sedikit akhirnya menjadi banyak, dengan beberapa tahap.
—  Pertama, menentukan satu atau beberapa orang untuk diwawancarai.
—  Selanjutnya orang-orang tersebut akan berperan sebagai titik awal penarikan sampel selanjutnya.
— Salah satu kelemahannya adalah sampel yang pada tahap berikutnya adalah orang-orang terdekat (peer group). Karena itu orang pertama dipilih lebih dari satu.
—        4. Sequential Sampling
Penarikan sample ini dimulai dengan pengambilan sample dalam jumlah kecil, kemudian data dianalisis.

Jika hasilnya masih diragukan, maka sample diambil yang lebih besar dan seterusnya.
— 5. Accidental/Haphazard Sampling (Penarikan Sampel Secara Kebetulan)
Penarikan sample ini dilakukan dengan cara  memilih orang yang  kebetulan ditemui.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar